Goresan Pena Seorang Istri

Posted by Nasyithun Izzah Jumat, 15 Februari 2013 0 komentar

Menjadi wanita karier? Sangat menggiurkan
Setiap hari mematut diri, berpakaian rapi
Serasa dunia tergenggam dalam tangan
Sebagai bukti eksistensi diri
Memuaskan ego untuk diakui, kalau layak mendapat puji
Engkau tahu suamiku, semakin tinggi jabatan seorang wanita
Semakin di segani lah dia, dielu-elu sebagai wanita hebat
Mampu mengalahkan laki-laki
Bukan yang seperti ini, setiap hari hanya mengurusi
Segala remeh temeh pernik rumah
Ditambah ompol dan kotoran bayi
Bukan, bukan seperti ini seorang wanita hebat itu

Engkau ingat suamiku, saat permintaan itu keluar dari mulutmu
Waktu itu masih hitungan hari setelah akad
Untuk menghapus semua fotoku di dunia maya
Menghapus di setiap media sosial
Memberontak tentu saja aku
Merasa tak ada yang salah dengan wajahku
Mencoba mencerna dan menduga
Ada apa gerangan dengan dirimu?
Berat kulakukan perintah itu
Hingga suatu hari lama setelah kejadian itu
Baru kusadari bahwa tanpa sadar
Engkau ingin berkata kalau aku adalah permata
Permata yang hanya ingin dinikmati sendiri
Tanpa terbagi, tanpa dipuji
Menjadi milikmu seorang, sebab tak rela berbagi

Hampir tiga tahun pernikahan
Banyak yang akhirnya ku mengerti
Kalau tempatku adalah disisimu
Sebagai dermaga tempat dirimu yang lelah berlabuh
Menumpahkan rasa dan harapan
Aku adalah dermaga, yang tak akan kemana-kemana
Terpancang kuat hingga ke dasar
Tegar menanti dirimu pulang
Merelakan diri tak dikenal, karena dermaga ini hanya milikmu seorang
Saat kau mulai memeluk mimpi-mimpi
Merasai sakit duri-duri
Aku akan disampingmu dan tersenyum
Menjadi orang pertama yang membela
Saat dunia memusuhi
Walau orang akan melupakanku
Tapi ku harapa Allah tidak akan lupa
Untuk menuliskan di catatanku
Ummi Raihan, seorang istri yang berbakti.





Baca Selengkapnya ....

Bila Istri Marah

Posted by Nasyithun Izzah Rabu, 13 Februari 2013 2 komentar


Kehidupan rumah tangga tidaklah mulus-mulus saja. Banyak riak-riak kecil yang menggoyang biduk atau terkadang ombak besar menghantam hingga membuat perahu perkawinan terbalik hampir karam. Ada yang berhasil membalik lagi perahunya kemudian membersihkan air yang masuk geladak tapi tak sedikit yang akhirnya membiarkan perahunya tenggelam ke dasar lautan.
Diantara riak itu adalah perasaan marah. Mulanya hanya riak kecil tapi bila tak tertangani dengan baik maka marah bisa berubah menjadi gelombang yang menghancurkan rumah tangga. Dua orang yang bersatu dalam perkawinan pastilah membawa ego masing-masing. Sebelum bertemu pasangan mereka dibesarkan dalam keluarga dengan pola pendidikan berbeda. Teman-teman dan lingkungan juga berbeda maka tak jarang perbedaan ini menimbulkan pergesekan.
http://hettapiburger.deviantart.com
Seorang istri mengeluh suaminya tidak romantis, tidak mau mandi, dan ingin menang sendiri.  Kadang terlalu perhitungan dalam keuangan. Sedang suami merasa istri terlalu cerewet dan banyak menuntut. Hal-hal seperti ini sering terjadi, sehingga menyulut amarah yang berujung saling menyalahkan.
Secara alami perasaan marah dan tidak puas lebih sering melanda perempuan daripada. Hal ini disebabkan perempuan lebih sensitif dan menginginkan segala sesuatunya sempurna, walaupun dirinya memiliki kekurangan sana-sini. Ditambah pengaruh hormon yang seringkali berdampak pada ketidakstabilan emosi. Bila perasaan marah menguasai maka tidak ada kebaikan yang nampak di matanya, kemudian tanpa sadar gerutuan bahkan cacian keluar dari mulut.
Islam memberi tuntunan yang jelas dalam masalah ini yaitu seorang istri tak boleh berbicara diatas bicara suaminya yang berarti nada bicara istri tidak boleh lebih tinggi daripada suami, apalagi sampai membentak, menghina, dan memukul suami. Kedudukan suami sangat tinggi dalam keluarga.
Mungkin sebagian besar perempuan bertanya-tanya kenapa aturan ini hanya ditujukan bagi para istri, padahal ada suami yang juga bicaranya kasar maka tidak bolehkah istri membalas dengan perkataan serupa?
Ini karena hak suami atas istri sangatlah besar sebanding dengan kewajibannya. Suami harus mencari nafkah, melindungi keluarga, menghindarkan diri dan keluarganya dari api neraka, menjaga kehormatan, menjamin semua keluarga hidup dengan baik, pengambil keputusan, bertanggung jawab terhapap perilaku istri dan anaknya, dan suamilah yang akan ditanyai menegenai kepemimpinannya di akhirat kelak.
Bahkan sebenarnya tanggung jawab menyiapkan makanan, mengerjakan urusan rumah tangga adalah tanggung jawab suami. Karena itu jika Anda berkesempatan berkunjung ke negara-negara arab yang ajaran islam dijadikan hukum maka Anda akan melihat para istri disana hanyalah mengurusi suami dan mendidik anak-anaknya. Sedangkan urusan rumah tangga suami yang mengerjakan atau paling tidak menggaji seorang pembantu. Ke sanalah para TKW kita banyak dibutuhkan.
Berbeda dengan negara kita yang secara budaya mengatakan bahwa mencuci, masak, membersihkan rumah adalah tugas istri, padahal jika para istri tahu apa yang mereka lakukan bukanlah pekerjaan rendahan yang identik dengan perempuan berpendidikan rendah, tentu banyak wanita lebih memilih di rumah. Sesungguhnya setiap pekerjaan yang menyangkut urusan rumah tangga adalah sedekah yang balasan tertingginya adalah surga. Bukankah Allah Maha Pemurah yang menjadikan urusan rumah tangga sebagai jalan menuju pintu ampunanNya?
Urusan rumah tangga inilah yang juga kerap membuat istri ‘kalap’ dan akhirnya menuduh suami tidak pengertian serta merasa menjadi orang yang paling banyak berkorban dan menderita. Para istri merasa kelelahan dan merana, karena tiap hari hanya berkutat dengan tetek bengek rumah tangga sehingga tidak bisa jalan-jalan, belanja, atau ke salon memanjakan diri. Tak bisa berkumpul dengan teman-teman dan mengikuti trend terbaru.
Istri juga merasa suami tidak pernah mengerti penderitaan istri dan mementingkan dirinya sendiri, lalu pada saat itu yang tampak hanya keburukan suami saja.
Salah satu sifat wanita adalah apabila marah ia melupakan kebaikan suami. Seandainya suami melakukan kebaikan selama 23 jam maka itu tidak ada artinya bila istri marah, meski keburukan suami hanyalah 1 jam.
Keluhan istri misalnya berkata, “Ah, suamiku itu susah sekali diatur, baju sering berantakan, sepatu sering kotor, seperti habis dari sawah saja. Kita kan susah nyucinya, mana bau keringetnya gak enak banget. Bahkan tanpa tanya-tanya ngasih makanan di rumah buat pengemis, padahal kan aku yang capek-capek masak.”
Biasanya sesama perempuan akan merasa simpati dan dalam hati ikut mengata-ngatai suaminya. Namun sebenarnya suami sudah melakukan kebaikan yang amat banyak, ia bekerja mencari nafkah lalu diberikan ke istrinya, saat istri tidur ia yang bangun menggantikan popok anaknya, masakan istri terlalu asin suami diam saja, istri menggerutu suami menerima lapang dada, suami membelikan baju dan perhiasan untuk istrinya, seminggu sekali diajak makan di restoran enak. Tapi hanya gara-gara ‘berantakan’ dan bersedekah makanan kebaikannya yang begitu banyak hilang sudah.
Dalam acara Mamah Dedeh di salah satu stasiun TV ada seorang ibu-ibu yang mengadu kalau suaminya tidak pehatian pada keluarga, semua uangnya digunakana untuk memenuhi hobinya. Hingga si istri merasa tidak dinafkahi.
Lalau Mamah Dedeh bertanya, “Selama ini buat masak uang dari mana?”
“Dari suami,” jawab si ibu.
“Buat sekolah anak-anak, uang dari mana?”
“Dari suami,”
“Buat kebutuhan ini-itu, siapa yang ngasih duit?”
“Ya, suami.”
“Lalu kenapa bilang suami tidak perhatian?”
“Tapi, kan pas-pasan, Ma. padahal dia punya uang tapi habis digunakan buat hobinya.”
Lalu dengan tegas Mamah Dedeh bilang, “Itu namanya Anda sebagai istri kurang bersyukur. Suami udah ngasih nafkah masih dibilang nggak perhatian. Suami itu memang berkewajiban ngasih nafkah, tapi tidak wajib memberikan semua penghasilan pada istri. Selama kebutuhan rumah tangga terpenuhi terserah suami uangnya mau dipakai buat apa, kan itu hasil usaha suami.”
(Percakapan diatas kurang lebih isinya begitu, saya tidak bisa menuliskan secara persis karena tidak punya rekamanannya)
Itulah sebabnya Rasulullah bersabda bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita (maaf, saya tidak bisa menuliskan hadisnya secara lengkap) bukan karena wanita melakukan dosa besar seperti membunuh atau berzina tapi karena kufur (durhaka) pada kebaikan suami.
Karena itu saat marah berusahalah mengendalikan diri, paling tidak jaga lisan ini agar tak mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan suami. Ingat-ingatlah kebaikan suami dan pahamilah bahwa tiap orang bisa melakukan kesalahan termasuk suami. Tiap orang juga punya kebiasaan buruk yang untuk mengubahnya butuh waktu dan kesabaran. Bukankan kita juga punya kebiasaan buruk?
Saat menikah adalah saat kita berjanji untuk menerima kelebihan dan kekurangan suami sekaligus, satu paket utuh. Tak bisa memilih hanya kebaikannya saja dan menafikan kelemahanya. Kekurangan suami yang disebutkan terus menerus akan membuat jengkel dan marah hatinya, hingga bisa saja suami meluapkan kemarahannya yang selama ini terpendam dan pada akhirnya istrilah yang terluka.
Dan yang paling penting membuat suami murka dan meyakiti hatinya amat besar dosanya di sisi Allah. Semoga kita diberi kesabaran dalam mengarungi biduk rumah tangga,sehingga selamat sampai pelabuhan terakhir yaitu surga yang penuh kenikamatan. Amin.




Baca Selengkapnya ....

BAYI TERLAHIR TANPA ANUS MENGHARAPKAN ULURAN TANGAN

Posted by Nasyithun Izzah Selasa, 12 Februari 2013 0 komentar


Pada tanggal 03 November 2012, Zulnaldi sedikit sumringah dengan kelahiran anaknya yang kelima, anaknya laki-laki lahir ditempat ibu bidan yang ada di dekat rumahnya, ia tampak ganteng seperti arjuna. Setidaknya ibu dan bayinya selamat walaupun sewa kontrakan 3 bulan belum sempat dibayar dan motor kreditan minggu depan akan ditarik oleh debt collector karena menunggak pembayaran.

Harapannya dengan kelahiran anaknya yang kelima yang diberi nama Azizul Akbar Nasri ini akan membawa suasana rumahnya akan menjadi hangat dan ramai. Baginya anak adalah rezeki dan setiap anak yang dilahirkan sudah ada rezekinya masing-masing. Tinggal orang tua berusaha untuk mencari jalannya.

Tapi tidak disangka setelah 3 hari berlalu, sang jabang bayi menangis tiada henti. Azizul menolak ASI dan susu botol, ia terus menangis. Suaranya semakin keras sehingga meresahkan dan mengganggu tetangga disekitarnya. Zulnaldi mulai panik dan berusaha mencari penyebab bayinya menangis. Ia mulai meneliti satu persatu anggota badan sang bayi, mata, hidung, telinga, tangan dan kaki semua lengkap. Tapi masya Allah, setelah ia membuka celana popok anaknya dengan rasa tidak percaya Azizul ternyata tak punya anus! Inikah sebabnya anaknya menangis terus? Pantas saja selama tiga hari setelah kelahirannya Azizul tak bisa mengeluarkan kotoran.

Kemudian sang bayi dibawa ke RSUD tapi ditolak karena fasilitas yang kurang mendukung. Akhirnya dokter setempat merekomendasikan agar anaknya dibawa ke RS awal bros. Dengan tergesa-gesa Zulnaldi langsung menuju RS tersebut dengan harapan bayinya segera ditangani dengan cepat dan agar bayi selamat. Meski RS Awal Bros adalah rumah sakit swasta mahal yang pastinya bertarif selangit, tapi demi anak segala cara harus dicoba.

Setelah tiba di RS Awal bros Azizul langsung diproses. Satu minggu kemudian dokter menemui Zulnaldi dan mengatakan bahwa bayinya mengalami kerusakan pada ususnya sehingga tidak dapat langsung menyambungkan ke jalur anus. Solusi sementara, dibuat anus sementara di samping perut .
“Tunggulah 6 bulan kemudian anaknya dioperasi lagi dan jangan lupa setelah ini Bapak menuju ke ruang administrasi,” kata dokter.

Setelah mengambil perobatan untuk anaknya, Zulnaldi langsung menuju ruang adminnistrasi. Zulnaldi kaget bukan kepalang melihat biaya yang sangat jauh dari dugaanya, untuk sementara butuh biaya 150.000.000, Masyaallah, bagaimana bayarnya ini…?

Selama ini ia termasuk salah satu mustahik (penerima zakat) dari lembaga amil zakat. Bisa dibayangkan bagimana kehidupannya yang pas-pasan bisa menutupi biaya rumah sakit anaknya yang mencapai 150 juta. Membayangkannya saja sudah membuat kepalanya berkunang-kunang. Semua jalan seolah buntu, mana ada yang mau meminjamkan uang 150 juta tanpa jaminan apapun. Sedang rumah saja mengontrak dan kredit motorpun sudah menunggak beberapa bulan. Belum lagi ditambah biaya hidup istri dan anak-anaknya yang lain.

Sekarang sang bayi yang berusia 3 bulan masuk rumah sakit lagi, sudah hampir 2 minggu di lantai 2 ruang ICU (NICU) RS Awal Bros. Tak terbayang berapa lagi uang yang harus dikeluarkan untuk menyambung hidup anaknya.

Sahabat betapa banyak dari kita yang hidup berkecukupan bahkan berlebih. Baju bagus, makan enak, gadget terbaru, bisa BBM-an, dan shopping di akhir pekan. Sementara ada saudara kita yang tengah berjuang demi kehidupan anaknya, berusaha mengumpulkan rupiah demi rupiah yang entah sampai kapan bisa mencapai 150 juta.

Mari ulurkan tangan dan memberikan sedikit dari rezeki yang telah Allah anugerahkan pada kita. Sungguh di dalam hartamu ada bagian untuk orang-orang miskin baik yang meminta maupun yang tidak meminta.

Dan sesungguhnya Allah Maha Kaya tidak akan menyia-nyiakan orang yang bersedekah, akan diberkahi hidupnya dan diselamatkan dari bencana. Ia akan menggantinya berkali-kali lipat. Mahasuci Allah yang memberikan nikmat pada orang yang dikehendaki tanpa perhitungan.

Jangan tunda lagi, sisihkanlah sepuluh, dua puluh, lima puluh, atau seratus ribu dari dompet kita. 20.000 bisa habis untuk sekali makan tapi bila disedekahkan maka tak akan habis sampai hari kiamat.
50.000 bila dibawa ke minimarket terlihat kecil sekali, ambil beberapa barang ternyata sudah lebih dari 50 ribu tapi kalau disedekahkan subhanallah akan menjadi penolong di hadapan pengadilan Allah.

Dengan mengucapkan bismillah dan hati ikhlas memberikannya bagi saudara kita. Yakinlah Allah tidak pernah tidur dan tidak pula lalai, seperti yakinnya sahabat ketika dizalimi bahwa orang yang berbuat zalim akan mendapat balasan. Gusti Allah mboten sare!

Bila sahabat ingin informasi lebih lanjut bisa menghubungi ke 0770 – 611901 atau 081364414517/0813-6467-5991
Ulurkan Cinta sahabat bisa melalui datang secara langsung ke Layanan DSNI Amanah/jemput Donasi kealamat Atau transfer ke rekening LAZ DSNI Amanah - Muka Kuning Batam:
BCA -> 3261710101 a/n Yayasan Dana Sosial Nurul ISlam
BSM -> 0380001909 a/n Dana Sosial Nurul Islam
BNI Syariah -> 0700070709 a/n DSNI Amanah
BNI -> 0128208314 a/n DSNI Amanah
BMI -> 4110009415 a/n Yayasan DSNI Amanah
Mandiri -> 109-00-0310265-4 a/n Dana Sosial Nurul Islam
BTN -> 00352.01.30.000044.4 a/n Nurul Islam Amanah Dansos
BJB -> 0015401109001 a/n Yayasan Dana Sosial Nurul Islam Amanah
 
Setelah transfer mohon sms ke nomor 081364414517 a.n. siswanto dengan menyebutkan nama, transfer dari bank mana, dan nominal transfer.

“Alangkah indah orang bersedekah
dekat dengan Allah dekat dengan surga
tak kan berkurang harta yang sedekah
akan bertambah akan bertambah

Baca Selengkapnya ....

Raihan Story Part 2

Posted by Nasyithun Izzah Sabtu, 19 Januari 2013 0 komentar

Saya mulai berpikir anak seperti apa Raihan ini? Bakat apa yang telah Allah berikan padanya? Sangat penting bagi kita, orang tua, untuk mengetahui bakat anak sejak dini agar tidak salah asuh (aih, mirip judul novel ya ‘Salah Asuhan’ hehe).
Lalu saya buka-buka buku, mencocokan tanda-tanda yang ditampakkan Raihan, akhirnya saya membuat hipotesa bahwa Raihan termasuk anak yang cerdas visual spasial. Apa itu cerdas visual spasial? Ini dia rangkumannya yang saya ambil dari buku “Kembangkan Kecerdikan Anak dengan Taktik Biosmart”:
Kecerdsan visual spasial adalah kemampuan berpikir menggunakan visual atau gambar dan membayangkannya dalam bentuk dua atau tiga dimensi. Mencakup kemampuan untuk menaksir relasi visual-spasial-baik yang ada tepat dihadapannya, seperti layaknya seorang pembuat patung maupun yang terhampar dalam rentang yang lebih luas, sebagaimana seorang pilot yang menerbangkan pesawat.
Salah satu tanda paling awal adalah kemampuannya menyusun balok-balok. Yang lainnya adalah kemampuan untuk membayangkan bagaimana bentuk sesuatu dari sisi yang lain. Mampu menemukan jalan tanpa tersesat adalah juga bakat spasial. Bukan tidak lazim jika seorang anak dengan bakat spasial tidak begitu berhasil dalam pelajaran sekolah tapi unggul bekerja dengan objek-objek mekanis. Jika Anda memberi jam weker pada anak seperti ini maka ia akan menganalisisnya, membongkarnya, dan berusaha memasangkan kembali.
Mereka lebih suka mengerjakan teka-teki atau jigsaw, mereka menghabiskan waktu dengan menggambar, merancang, membangun balok-balok lego, atau sekedar melamun. Banyak diantara mereka yang kemudian mengagumi aneka mesin dan peralatan aneh, bahkan kadang menciptakan hasil karya mereka sendiri. Mereka mungkin ingin menjadi arsitek, seniman, montir, insinyur, dan perancang kota.
Pelajar visual suka menggambar, membangun, mendesain, menciptakan sesuatu, melamun, melihat gambar atau foto, menonton film dan bermain dengan mesin, sangat baik dalam mengimajinasikan sesuatu, merasakan perubahan, maze/puzzzle, membaca peta atau bagan.
Seiring berjalannya waktu mungkin akan banyak yang bisa saya pelajari tentang kecerdasan lain yang dimiliki Raihan. Karena seseorang bisa memiliki dua atau tiga kecerdasan sekaligus.
Menurut Dr. Howard Gardner dalam bukunya Intelligence Reframed: Multiple Intelligence for the 21st Century ada 8 kecerdasan majemuk yaitu: linguistik (kata), logis matematis (angka), visual spasial (gambar), kinestetik-jasmani (tubuh), musikal (musik), antarpribadi (orang), intrapribadi (diri), dan naturalis (alam). Kemudian Howard Gardner mempertimbangkan untuk memasukkan kecerdasan kesembilan yaitu kecerdasan yang menyangkut kehidupan, kematian, keadilan yang biasa dimilki ulama, imam, rahib, dan pemuka agama.
Jadi bisa saja anak yang cerdas musik juga memiliki kecerdasan naturalis dan intrapribadi. Atau anak yang cerdas logis matematis juga punya kecerdasan visual-spasial, dan intrapribadi. Dan berbagai kombinasi lainnya.
Jadi seorang anak tidak hanya cerdas dalam satu bidang saja. Tapi ia pasti memilki kecerdasan lain yang bersifat unik dan berbeda. Jangan mengira anak yang gagal dalam pelajaran eksakta dan IPA akan gagal dalam hidupnya. Anak TK yang belum bisa membaca tidak bisa berhasil saat dewasa. Banyak hal yang menentukan masa depan tidak melulu dari nilai rapor sekolah.  
Kadang saya penasaran dan tak sabar menunggu Raihan berumur 4-5 tahuan yaitu saat ia bisa mengkomunikasikan keinginannya, mengatakan apa yang dia rasakan, pertanyaannya tentang apa saja yang ditemuinya, tingkah polahnya, dan segala macam yang dilakukannya. Karena dari sana saya bisa memprediksi dimana bakat dan minatnya.
Belajar mengenali bakat pribadi anak dapat menolong Anda mengetahui kelebihan-kelebihan dan kecenderungan-kecenderungan alami setiap anak. Perhatikanlah kemampuan apa yang sering dipuji orang padanya, dan mana saja yang bermanfaat bagi orang lain, serta apa saja yang orang lain sukai tentang dirinya.
Ada anak yang suka di depan komputer tapi kikuk saat bermain bola.
Ada yang suka menulis tapi matematika selalu merah.
Ada anak yang pintar matematika tapi malu bergaul dengan teman-teman.
Ada anak yang tidak suka membaca tapi pintar mengaji.
Ada pula yang pintar merawat binatang tapi nilai IPAnya hancur.

Setelah itu doronglah ia agar menenkuni hal-hal yang sesuai dengan bakatnya (bukan keinginan orang tua lho ya). Dekatkan dengan orang yang ahli dalam bidang yang dicenderungi anak, pujilah saat ia melakukan sesuatu yang baik. Selain itu bantulah anak dalam menerima diri sendiri apa adanya, sebab ada dalam diri anak ada semacam perasaan untuk menyamakan diri dengan anak-anak lain. Katakan padanya kalau setiap orang berbeda dan istimewa, jadi tidak usah malu dan tertekan seandainya dalam lomba lari anak selalu jadi juru kunci.
Menerima diri adalah salah satu kunci terpenting agar anak menghargai dirinya dan merasa bangga akan dirinya. Penghargaan terhadap diri sendiri akan mengundang penghargaan dari orang lain, dan itu secara perlahan namun pasti menjadikannya orang yang berhasil dalam kehidupannya (tapi jangan lupa pendidikan agamanya ya, agar anak tak hanya sukses di dunia tapi juga diakhirat nanti, dan sebagai orang tua tentu merasa bahagia jika berhasil ditarik oleh anak masuk surga).
Semoga Raihan tumbuh menjadi anak yang Sholih, dan membawa perubahan bagi kehidupan bangsa yang terpuruk ini. Dan semoga generasi anak-anak kita adalah generasi yang bertakwa, bangga akan jati dirinya, dan berusaha menjadi orang yang tidak hanya mementingkan kepentingannya sendiri. Amin ya Robbal ‘Alamin.

Baca Selengkapnya ....

Raihan Story Part1

Posted by Nasyithun Izzah Kamis, 17 Januari 2013 0 komentar

Apakah anak Anda begitu berharga? Apakah dia seorang anak yang istimewa?
Orang tua mana sih, yang tidak sayang anak? Yah, kecuali mengalami gangguan jiwa saya yakin setiap orang tua menyayangi anaknya dan menganggap mereka sangat berharga. Bahkan kasus ibu yang mengajak anaknya bunuh diri bisa dikatagorikan menyayangi anaknya meski dalam cara yang salah. Mungkin si Ibu merasa kasihan kalau anaknya menderita di dunia jadi lebih baik dibawa mati saja. Padahal sebagai orang beriman kita tentu tahu bahwa bunuh diri itu besar dosanya apalagi sampai mengajak orang lain.
Kalau sayang sudah pasti, dong! Tapi merasa anak kita istimewa? Hmm, sepertinya tidak banyak orang tua yang merasakan ini. Apa istimewanya coba? Tiap hari Cuma main game, nilai di rapot gak naik-naik, malas beres-beres, keras kepala, suka membantah, dan lain-lain, dan lain-lain.
Tapi sesungguhnya tiap anak pastilah punya keistimewaan, jangan hanya melihat dari nilai akademis saja lho ya. Anak pintar membuat sambal yang enak juga istimewa, anak bisa menjahit bajunya yang robek istimewa, anak bisa membuat mainannya sendiri juga istimewa (bisa saja ia berbakat sebagai pencipta suatu barang yang berguna di masa depan).
Kali ini saya akan bercerita tentang Raihan, anak pertama saya. Tidak ada maksud lain, selain berbagi pengalaman, siapa tahu ada beberapa ibu yang mengalami hal sama.
Saya hamil sebulan setelah menikah, waktu telat datang bulan saya membeli test pack dan hasilnya positif. Lalu kami memeriksa ke dokter kandungan, tapi dari hasil USG belum tampak si janin, kami di suruh datang dua minggu berikutnya. Sebulan kemudian kami datang lagi dan di layar USG nampak seorang janin dengan denyut jantungnya, luar biasa! Saya sangat bersyukur, atas nikmat ini.
Kunjungan ketiga kami melihat janin Raihan berguling kesana-kemari, hingga bu dokter berkata bahwa janin kami sangat aktif. Bulan demi bulan berlalu disertai rasa tidak sabar ingin segera bertemu Raihan di dunia. Tanggal 13 Januari 2011 Raihan lahir dengan berat 2,9 kg dan panjang  49 cm. Seminggu kemudian kami meng-aqiqahinya.
Raihan tumbuh dengan sehat, jarang sakit dan sangat lincah. Umur 6 bulan sudah mencoba berdiri sambil berpegangan, padahal dia belum bisa merangkak. Umur 10 bulan ia sudah bisa berdiri sendiri selama beberapa detik, dan usia 11 bulan Raihan mulai berjalan.
Namun tentu tidak mulus, banyak proses jatuh bangun yang dialaminya, mulai jatuh dari kasur, menabrak tembok, jatuh kebelakang, terpeleset dan lain-lain. Tapi saya tak pernah menolak untuk dijadikan tempat belajar berjalan, meski beberapa orang bilang usia Raihan belum boleh diajari berjalan. Lha anaknya sendiri yang mau, jadi sebaiknya tidak mudah percaya pada orang lain karena kita yang paling tahu keadaan anak kita.
Seperti yang dikatakan dokter Raihan tumbuh menjadi anak yang sangat aktif. Dia suka membuat barang-barang berantakan, melempar mainan, berlari kesana-kemari dan suka sekali berjalan. Kalau sudah keluar dari pagar maka ia akan terus berjalan sampai kakinya merasa capek, kira-kira sehari ia bisa menempuh jarak 2 km (tapi tentu saja harus disiasati sehingga rutenya muter, dan balik ke tempat semula). Kadang ia tidak bisa dikendalikan, dan berjalan sesuai keinginan hatinya kalau sudah begini saya hanya bisa mengikuti di belakang dan bila ia capek maka saya menelepon abinya dan minta dijemput naik motor (kalau harus pulang sambil gendong Raihan bisa pingsan saya).
Terkadang saya mengalami kelelahan yang sangat, seringkali saya harus mandi ketika abinya pulang kantor (ih, seharian bau deh). Bila Raihan tidur maka saya menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah –saya tak punya asisten—seperti mencuci, mengepel, sholat. Setelah itu buru-buru tidur sebelum kedahuluan bangunnya Raihan.
Meski sangat aktif Raihan tak bisa jauh-jauh dari saya, ia akan menangis kalau mendapati ibunya tak ada. Saat jalan-jalan ia tidak mau digendong abinya, terpaksalah saya yang menggendong kesana-kemari. Tapi ada satu sifatnya yang sepertinya bertentangan, ia tidak suka berteman. Kalau ada anak seusianya ia hanya melihat sebentar lalu pergi dan melakukan aktivitasnya sendiri. Raihan tidak suka dekat-dekat dengan anak-anak lain.
Kebanyakan anak merasa senang melihat teman sebayanya, tapi tidak dengan Raihan. Suatu hari dia sedang melihat ikan di kolam tetangga, lalu datang tiga orang balita perempuan yang umurnya hampir sama ingin melihat ikan juga. Raihan lalu memandang sekilas dan tanpa suara pergi begitu saja. Sepertinya ia punya pikiran sendiri, dan pikirannya entah sedang berloncatan kemana.
Raihan tidak suka mainan, saat ada mainan baru jarang sekali terlihat antusias. Ia baru bereaksi kalau mainan itu dimainkan abinya, setelah itu ditinggalkan tergeletak begitu saja. Saat diajak ke toko mainan ia menangis tak mau turun.
Sampai umur dua tahun dia belum bisa berbicara, hanya mengucapkan beberapa kata yang tidak jelas. Tapi satu hal yang sangat disukainya adalah laptop dan video. Ia tak pernah bosan di depan laptop meski video yang ditontonnya sama setiap hari. Saat marah dan menangis, tidak ada yang bisa menenangkan dengan cepat selain laptop. Dia bisa terpaku tanpa kedip, bahkan kata-kata yang sering ia ucapkan (yang lumayan jelas bunyinya) adalah “appa” mungkin terinspirasi dari “Oppa” (Raihan suka sekali upin ipin). Setelah itu bila ingin menunjukkan sesuatu ia berkata “tengok tu, tengok tu”.
Kami punya saudara yang punya anak seusia Raihan, namanya Azzam. Azzam adalah anak yang ceria, ia lahir tiga hari setelah Raihan. Azzam ingin sekali mengajak Raihan bermain pedang-pedangan tapi Raihan hanya memandangnya saja, lalu ia melanjutkan acara bermainnya sendiri, tak peduli siapapun. Raihan lebih suka berlari mengitari rumah, dari depan kebelakang, belakang ke depan, atau berlari berputar-putar di depan TV.
Kami membelikannya sebuah sepeda roda dua dengan dua roda tambahan. Saya sering melihat dia ingin menaiki sepeda anak tetangga yang berusia TK. jadi meski masih kebesaran untuk seusianya (sepeda yang paling kecil ternyata masih kebesaran, sudah dipendekkan tapi kaki Raihan belum sampai ke pedal) kami tetap memutuskan membelinya. Tapi apa yang terjadi? Raihan hanya sebentar melihatnya lalu kembali mencari laptop. Kadang bila sedang ingin bermain dengan sepedanya dia meminta sepedanya dibalik, jadilah rodanya diputar-putar. Akhirnya sepeda itu lebih sering dalam posisi terbalik.
Lalu Saat dipasar minggu ada sebuah persewaan mobil listrik mini, dengan harga sewa 5000 rupiah per dua putaran. Raihan menaikinya dengan wajah nothing to loose tak ada ekspersi kegembiraan atau penasaran. Bila saya melambaikan tangan ia akan tersenyum tapi setelah itu dia diam mungkin sambil merasakan sensasi naik mobil mini yang bergerak. Seringkali saya salah menduga, apa yang biasanya disukai oleh anak seusianya Raihan belum tentu suka. Dia seperti punya standar dan dunia sendiri. Tapi saya bisa katakan dia tidak autis, karena kami masih bisa mengajaknya berkomunikasi dan dia bisa menyampaikan keinginannya. Hanya saja dia bukan tipe yang bisa ditebak.

yuhuuu.. bersambung!


Baca Selengkapnya ....
TEMPLATE CREDIT:
Tempat Belajar SEO Gratis Klik Di Sini - Situs Belanja Online Klik Di Sini - Original design by Bamz | Copyright of Ummi Raihan.